Banyak media melihat bahwa Internet dipakai untuk memindahkan siaran atau tayangannya. Padahal, pendapat itu sangat salah.�
Media konvensional terutama media cetak sangat terasa nuansa pengiriman informasi satu arah yang sangat lambat. Media radio dan TV yang diintegrasikan dengan kemampuan talkshow didukung fax dan telepon, memungkinkannya lebih bersifat dua arah daripada media cetak. Ciri khas media konvensional itu, selain lebih bernuansa satu arah, peralatan di sisi pemirsanya (jika dibutuhkan) relatif murah, terutama media cetak dan radio. Kekuatan itu akan terus menjadi penunjang media konvensional Indonesia, sampai pada titik di mana seluruh bangsa Indonesia tersambung ke Internet. Entah kapan.�
Media baru seperti Internet, yang sangat kontradiktif dengan media konvensional, kemampuan interaksi dan customisasi-nya menjadi sangat tinggi. Bagi yang hidup 80-90 persen di Internet, terutama yang aktif di berbagai mailing list – (milis) tempat diskusi di Internet yang sangat interaktif – maka hampir pasti jarang membaca detil koran dan majalah yang ada. Paling cukup melihat judul artikel dan sedikit browsing untuk melihat akurasi beritanya. Mengapa hal itu terjadi? Para pengguna aktif Internet biasanya sudah memperoleh inside information dari berbagai diskusi di milis tersebut. Sehingga, informasi di majalah dan media konvensional, biasanya sudah “basi” untuk mereka.








Komentar Terakhir