Seorang pembaca menuliskan keluhannya di harian Kompas 15 Agustus 1994, air botolan yang dibelinya ternyata tercemar lumut dan tidak laik minum.
Apa dan bagaimana tindakan yang akan diambil oleh yang berwenang belum ada berita lebih lanjut. Harapan masyarakat tindakan itu tidak hanya sekedar bantahan dari pejabat tinggi, menteri atau setaranya.
Mungkin air dengan kualitas seburuk itu telah terminum oleh beribu-ribu konsumen air botolan dari berbagai merek dagang yang beredar di negeri kita, meski merek itu sangat terkenal dan dilengkapi dengan tanda SII dan slogan-slogan yang seolah-olah menjamin kualitasnya.
Diperkirakan bisnis air botolan di negeri kita akan tumbuh 18.9 persen per tahun sampai dengan tahun 2000. Orang berlomba-lomba mengisi peluang bisnis ini. Sekarang persaingan makin ketat dengan cara yang makin tidak sehat.









Komentar Terakhir