Bila jemari tak sempat berjabat tangan,
dan raga Tak Kuasa bertatap,
maka bila Kata telah Melukai Sukma
semoga pintu maaf terbuka
Jika hati sebening air, jangan biarkan ia keruh
Jika hati seputih awan, jangan biarkan ia mendung
Jika sanubari seindah rembulan, hiasilah dengan iman yang teguh
Taqobbalallahu Minna Wa Minkum
Taqobbal Yakarim
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H
Minal Aidzin wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Jika saya ada salah tolong maapin ya

Ketupat memiliki makna tersendiri. Bungkus ketupat dibuat dari janur kuning yang dianyam sedemikian rupa hingga membentuk segi empat. Janur kuning merupakan lambang dari penolak bala. Pada Kraton Surakarta, ada sepotong kain panjang yang disebut Samir yang merupakan aksesoris wajib yang harus dikenakan. Samir kuning tersebut dipercaya sebagai penolak bala. Nah, janur kuning inilah kemudian yang dianggap sebagai Samir penolak bala. Dulu, selongsong ketupat itu dibuat sendiri. Tangan-tangan terampil wanita bekerja dengan cekatan merangkai helai-helai janur. Di kala pembuatan selongsong ini biasanya suasana begitu ramai. Inilah yang membuat suasana menjelang Lebaran begitu meriah. Kalo kini sih, cukup membeli saja di pasar yang biasanya dijual per ikat berisi 10 selongsong atau selusin selongsong. 









Komentar Terakhir