Jaman sekarang ini siapa sih yang nggak kenal dengan kota Ponorogo yang sangat terkenal dengan kesenian Reyog. Dikota inilah aku tinggal bersama keluargaku. Sungguh menjadi kebanggaan tersendiri menjadi salah satu penghuni kotareyog ini.
Reyog Ponorogo kini menjadi salah satu icon wisata jawa timur.Bahkan Ponorogo juga memboyong nama baik Indonesia di dunia Internasional dengan kesenian tradisional REYOG yang sudah nggak asing lagi dan biasa disebut dengan Reog Ponorogo. Kesenian tradisional dari kota tercinta ini memang unik dan menarik, jadi nggak heran kalau kesenian reyog ini banyak diminati oleh setiap orang di Indonesia bahkan di Manca negara.
Sebentar lagi tahun baru hijriah atau 1 Muharam (1 Suro) akan datang. Pada saat menjelang tanggal 1 Suro kota Ponorogo menyelenggarakan GREBEG SURO yang sudah menjadi acara rutin disetiap tahun. biasanya 5 – 1 minggu sebelum tanggal 1 Suro Ponorogo sangat ramai sekali dikunjungi wisatawan-wisatawan dari luar kota, karena di Ponorogo sedang melangsungkan acara Festival Reyog Nasional dan pada tahun ini Grebeg suro akan dirayakan pada tanggal 23 sampai dengan tanggal 29 Desember 2008, pembukaan Festival Reyog Nasional akan dibuka pada tanggal 23 Desember 2008 pada Pukul 19.00. Acara itu pasti ramai sekali karena berbagai macam atraksi berupa tarian Tradisional dan aneka hiburan serta pesta kembang api akan memeriahkan perayaan Grebeg Suro ini.
Nanti Sehari sebelum tanggal 1 Suro akan diadakan Kirab Pusaka (biasanya kirabnya sore) yang seperti biasa Pusaka (pada jaman kerajaan wengker) diarak bersama-sama dari kalangan pelajar, masyarakat hingga para pejabat pemkab Ponorogo dengan menggunakan kereta-kereta kuda yang dimulai dari makam Batoro Katong (pendiri kota ponorogo) yang terletak di desa Setono sekitar Pasar Pon yang merupakankota lama dan menuju ke Pendopo Kabupaten Ponorogo.
Pada malam harinya di aloon-aloon ponorogo Festival Reyog Nasional memasuki babak Final. Pada malam tanggal 1 Suro ini penduduk Ponorogo selalu melakukan kegiatan melekan ( tidak tidur semalaman) karena mereka tidak mau melewatkan malam pergantian tahun ini, dan biasanya orang-orang ini akan berjalan kaki menuju aloon-aloon kota untuk sekedar melihat keramaian dan menikmati hiburan seperti orkes dangdut, campur sari, wayang kulit, acara musik anak muda, pameran tanaman hias, pasar malem di aloon-aloon dan hiburan lainya yang digelar selama semalam suntuk.
keesokan paginya pas tanggal 1 Suro ada acara Larung Risalah Do’a di Telaga Ngebel, dimana nasi tumpeng dilarung ketengah-tengah telaga. Telaga Ngebel ini merupakan salah satu tempat wisata yang menjadi andalan kota Ponorogo, Udara yang sejuk serta warna air telaga yang biru membawa perasaan yang damai dan tentram bila sedang berada di sana.
telaga Ngebel ini sebenarnya cukup bagus untuk dikunjungi karena pemandanganya yang menarik dan indah namun karena pengelolaan yang kurang optimal menjadikan tempat wisata ini tidak begitu di kunjungi wisatawan.
Kalau masalah Kuliner di Ponorogo nggak kalah lezatnya dengan masakan modern jaman sekarang. Sate Ponorogo enaknya memang tiada duanya, satenya sih hampir sama dengan dengan kebanyakan sate-sate yang lainya, yang menjadi ciri khas sate Ponorogo ini adalah Potongan daging yang pipih memanjang, jadi dalam satu tusuk sate hanya terdiri 1 atau 2 potong daging saja. Sate Ponorogo memiliki ukuran dua kali ukuran sate madura, Bumbunyapun rasanya lebih nikmat. Kalau anda sedang berkunjung ke Ponorogo jangan lupa untuk mencicipi lezatnya sate khas Ponorogo ini disekitar pertigaan jalan Gajah Mada, Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Jend. Sudirman atau tepatnya di depan BCA Ponorogo terdapat berderet-deret penjual sate.
Ada juga Nasi Pecel Khas Ponorogo, memang masih terbawa nuansa Madiun tapi pecel Ponorogo nggak kalah lezatnya. Bumbu sambal kacangnya pedasnya mantab banget, untuk melengkapi nasi pecel ini biasanya dengan trasi dele/ lentho yang terbuat dari ketela (bukan Gaplek), rimbil yang terbuat dari parutan kelapa, tempe goreng dan rempeyak ehmmm…. lezat
nasi pecel yang sering dikenal di Ponorogo ini yaitu nasi pecel tumpuk yang tempatnya da dijalan kawung desa Mangunsuman.
Untuk yang segarnya mantab ada Dawet Jabung, dawet ini cocok dinikmati dalam segala suasana, terutama ketika terik matahari ehm….segerrrrrr pastinya
harganyapun sangat murah hanya Rp. 1000 untuk sebuah kesegaran yang sangat khas dan nikmat. daerah yang sangat terkenal dengan dawetnya ini yaitu desa Jabung, sekitar 7 km selatan kota antara jeruksing – jetis dekat dengan Pondok Modern Darussalam Gontor.
Selain kesenian Reyog yang sangat tersohor keberadaanya, Ponorogo juga nggak mau kalah didunia teknologi dan informasi. buktinya dengan begitu menjamurnya bisnis warnet di kota reyog ini, dan itu membuktikan bahwa permintaan atau pengguna internet sangat besar. Salah satu yang menjadi bukti bahwa kota ponorogo maju dalam bidang teknologi dan informasi adalah adanya Komunitas online yang ada di Ponorogo. Yaitu tempat ngumpulnya temen-temen blogger ponorogo yang disebut Blogger warok tempatnya disini nih www.kotareyog.com (jangan lupa di klik ) dan juga forum tempat ngumpulnya anak-anak ponorogo disini http://forum.ponorogozone.com/ (jangan lupa berkunjung kesini juga yach).
lengkap sudah apa yang dimiliki kota ponorogo ini, baik dari kesenian, pariwisata, makanan khas dan lain sebagainya yang tentunya tidak semua kota memiliki semua ini. Itulah yang menjadi kebanggaan tersendiri menjadi salah satu anak ponorogo.
Sekilas tentang Ponorogo


Gapura reyog ini terletak pada km 8 dari Ponorogo menuju arah madiun. pada sisi kiri dan kanan gapura terdapat dua pasukan Reyog yang seakan-akan mau bertarung

Mewah, kantor Bupati Ponorogo Bangunan ini tidak ada unsur tradisi Reyognya


disetiap sudut kota Ponorogo masih sangat banyak dijumpai rumah dengan arsitektur khas ini sebagai jejak-jejak orang kaya jaman dulu yang terkenal karena batiknya.

Sonngolangit adalah nama pasar di kota Ponorogo, nama itu dikaitkan dengan cerita Prabu Kelana Sewandana yang meminang Putri Kediri Dewi Sangga langit


Hiasan Patung Warok di Perempatan Kota Ponorogo

Masjid Agung Ponorogo dan Menaranya


taman kota tampak dari atas


sate ayam ponorogo memang special, sambal kacangnya gurih dan bumbu celupan satenya yang bikin beda
kalau membeli sate dan mau dibawa pulang bisa dengan diwadahi besek (anyaman bambu) bisa tahan sampai 2 hari

Gapura Pintu masuk ke arena makam Batara Katong (Pendiri kota Ponorogo)




Iring-iringan pada saat kirab pusaka Grebeg Suro


Panorama keindahan Telaga Ngebel
Foto dari Flickr.com
Foto larungan dari indosiar
Foto Dawet jabung dari tempatnya om det
Foto Nasi Pecel dari indiebanget
Foto grebeg suro dan telaga ngebel dari eastjava
Foto taman kota dari dinas pariwisata








ayo tebak, di foto kantor bupati bagian ujung ada tulisan apa…?
kantor Bupati Ponorogo
wah jan sip. foto hasil jepretanku masuk sini juga (foto dawet jabung)
Wah, ternyata banyak yang lagi promosi kota reyog ya? Emg ada apa dengan kota reyog???
Laporan yang lengkap, dari tradisi sampai kuliner
iya pak guru
saia udah pernah k ponorogo tapi cm lewat doank jd ga tau banyak
selama suka ke ponorogo lom pernah liat yg namana Reyog ponorogo … hiks2
sate ponorogo masa enak seh
kalo sate kelincinya baru enak … hehe
mudah2an nanti malam suro bisa liat reyogna ah
pas suroan aja datang ke ponorogo rame banget
hanya satu kata “salut” bwt Ponorogo semoga masih menjadi kawasan yang masih menjaga tradisi kebudayaan
baru tau ada telaga ngebel!!!
wah kapan sy diajak boz det ke ponorogo yakz? sekedar mampir di gontor.. hehehe
mantap dah..
mbak mey ikih mesti postingan gae lomba ya tow jenk?????
akuh kapan yooowww muleh nek kuthokuh meneh??
hidup kotareyog ponorogo…
hidupp
lengkap mbak
iya mas dafhy ikut memeriahkan juga
keren nich buat lomba kan?
info yg lengkap ttg ponorogo..sukses selalu buat kotanya yg keren…dan jaga terus kelestarian budayanya..
Makarios y udah mampir ke bloGQ
Salam kenal dari anak Makassar
-SaRaH-
Laporan yang komplit dan pas, jadi pengin ke ponorogo. Salam kenal dari kota bawang “Brebes”.
wah salam kenal ja yach makasih kunjunganya
wewww.. seru juga ponorogo ya.. gw taunya reog ama tempe penyetnya.. he..he.. ternyata kotanya indah ya…
Selamat, Anda menang. Lho durung yo..
Aku yo arep nulis ah.. Tapi slengek’an wae
ponorogo itu biasasaja kan?
Memang 1 suro nya kapan ? Hubungan dengan Suromenggolo apa ya ?
Kok ga nyambung sih ….. biarin yah
1 suronya tanggal 29 Desember ini
warok suromenggolo itu patihnya Raden Katong
wah saingan makin banyak dan berat2 nie, maklum sayah ndak tau banyak tentang Ponorogo.
oia insyallah kalah menang, masuk nominasi ato ndak tanggal 27 sayah jalan2 ke Ponorogo. Jangan lupa suguhane lo ya hehehe
penasaran nie sama grebeg suro, tgl 27 tak usahain datang de.
wah mudah²an bisa ketemu yach
Jadi pengin nyobain sate Ponorogo
penasaran..
Kalo mau wisaTA kuliner Probolinggo juga punya lho
Soto khas tapi saya lupa namanya
harusnya poto paling atas yang ku pancangkan di postinganku
berhubung gaptek ya beinilah nasipku
salam kenal balik
hidup kota reog
hemm hidup reyog…
lha ini ikut kontes juga..?
jadi pengen dolan kesana :d
ponorogo memang oke punya loh
walah.. kaya’nya ponorogo asik punya nih..
ntar ah, kalo ada kesempatan buat backpacking lagi..mudah2an sampe ke sono – dalam rangka, tur jawa-bali
Billy K.
iamthebilly.wordpress.com
wah..gw jamin deh, loe pasti akn memenangkan kontes ituh…
*ntar makan2 klo menang yaks
wah aku gak yakin dech bisa menang ini juga cuman partisipasi aja kok
wekz,,,,
leyat poto patung warok yang di perempatan itu jadi teringat posting soewoeng tentang patung yang bisa menari….
sebenarnya itu satu buah patung kan? trus cawz si dia pas lagi nari gituh?
[maksa]
ini postingan berbonot banget
ngak kayak tulisanku
sedih aku
penting ikut meramaikan dan partisipasi aja om
PONOROGO?????????????
Koq masih bprimitif getho yo
kapan modernnya
kalo nilai magis masih kental terasa
panas buuuuuukkkkkkkk
loh kok primitif sie mang liatnya darimana boz???
Sepertinya asik sekaliya, dan pastinya menyenangkan
Kok kotanya Jeng Meylya..bukannya kotanya yg lain juga?
Apa Jeng Meylya ini di bidang pendidikan kok sampai memuat UAN??
Ya kalaupun tidak, tidak mengapa..namanya juga berbagi informasi.
salam
pornorogo dengan batara kantong nya
bisa bikin asyik,bisa bikin syeram bisa juga bikin kantong bolong
hi Mey’s…blog yang bagus banget dan cukup informatif. Menggambarkan kecintaan anak muda Ponorogo terhadap budayanya. betapa indahnya bila negeri ini bila kaum mudanya peduli terhadap budayanya. Tetap berkarya untuk negeri tercinta Indonesia.
kota ponorogo emang indah mbk. yg bikin ngangenin tuh sate ayamnya pak tukri sobikun, satenya mak nyus tenan. dulu q sering maen di taman sebelah utarane aloon2 rumputnya terawat. tapi gak tau dech kalo skarang. udah lama gak pulang kampung. ada foto taman yg di blok M gak mbk? publish juga dunk buat tombo kangen sama kotareyog.
lengkap dah artikelnya……
saluuutt…salutt
Ponorogo memang indah juga alami, apalagi dengan adanya grebeg suro dan festival reog nya. Pingin erna ke sana nanti sebelum acara tersebut.
Ono pernah tarik-tarikan lepeknya dawet jabung, dan baru kumengerti setelah dikasih tahu oleh sobatku bahwa lepeknya tidak boleh diambil.
Nyengir jadinya deeeh…..
@erna: dateng z mbak sebelum tanggal 1 suro mbak pasti rame banget ada festifal reyog juga lho
@ono : ya memang gitu dawet jabung ngasihnya ke pelanggan dengan lepek tapi yang diambil cuma mangkok dawetnya aja mas
wah ternyata iniy buat lomba tho mbk? sukses aja ya.
wah makasih y mbk fotona taman udah di publish.
selamat-selamat..,emang bagus blogU
Saya juga mengucapkan selamat kepada meylya, sukses dan terus berkarya. mudah2an saya bisa terus membaca tulisan2 anda dan bisa menginspirasiku. salam kenal.
Sekali lagi saya ucapkan selamat Mbak jadi Juara II di Lomba ini.
Tunjukkan kreativitasmu n’ jadilah inspirasi semua orang yang baca Blog ini…
beh….
kapan iki mayorane?
selamat ya bu..jdi juara II..
kapan syukuran e….hehe
akyu ngenet gratis ae
weeeeeeeeeeeeee……
)
selamat ya mey…..kapan kih traktirane…..
tak tunggu lho yow…
trus kapan ki pindah rumah…
Selamat ya… sukses terus…
Saya nilai secara pribadi tulisan diatas lebih komplit.
Mungkin dinas pariwisata tertarik untuk dipublish ?
selamat mey……., tapi kapan traktirane???????
selamet ya mey…
jadi turut berbahagia diriku…
buat temen² smua makasih atas ucapan selamatnya
selamat… mbak.. kiranya saya bisa belajar banyak nih.. sekalian kenalan… trim
mlaku-mlaku dino minggu…. traktirane yu…
*nyesel* pas ke Ponorogo ndak nyobain satene
cuma nyobain dawet jubung-na thok
Hiks…..Hiks…..
jdii kngen sma kota ku
udah lm g pernah plang ke jawa
Mmmmmm
gi mana keadaan Famili yg ada dsna yaah.????
kangennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn……..3x
wah… sekarang domisili dimana ini mas
(wah… sekarang domisili dimana ini mas)
di Palu (SUL TENG)..!!
Insya Allah bulan 2 rencana mo blek ke jawa
Doain Umur panjang dan banyak rezkix.
Ohh……ya Met knall semuanyaa..!!
salut buat kamu. salam kenal.
kulo nuwun…
akhirnya, aq bs gabung dgn para blogger kota reyog tercinta. kampungku tercinta. kota kelahiranku. whereever i live, i always miss reyog city ponorogo.
salam kenal semua buat orang2 ponorogo.
kayaknya aku kenal sebagian poto2 ku deh……
hayoooo????
salam untuk kotamu` yanq telah menjadi bagian dalam jln kehidupanku