Ketidakadilan Pelayanan Keshatan

angerBaru-baru ini kasus kericuhan pada antrean pasien dukun cilik di Jombang membuat kita terpana. Keinginan masyarakat untuk sehat terhambat masalah keuangan sehingga pengobatan alternatif macam dukun cilik ini kian marak dan ramai didatangi.

Cerita orang miskin di negeri ini “disandera” rumah sakit sudah biasa. Jangan pula heran jika seorang ibu muda yang baru melahirkan tidak bisa membawa pulang bayinya dari klinik. Masalahnya sama, yaitu tidak mampu membayar biaya pelayanan kesehatan.

Seandainya semua warga negara Indonesia mempunyai penghasilan yang sama besarnya, akses terhadap pelayanan kesehatan tidak ada masalah. Faktanya, kesenjangan pendapatan yang lebar telah membuat akses pelayanan berada dalam jurang ketidakadilan.

Tidak ada jalan lain kecuali Departemen Kesehatan segera memperbaiki sistem jaminan kesehatan yang lebih baik bagi rakyat miskin. Idealnya, semua warga negara tanpa pandang kelas ekonomi, jenis kelamin, dan geografis bisa mengakses pelayanan kesehatan dengan cukup.

Komisi Kesehatan dan Kependudukan di parlemen mestinya berteriak lebih keras supaya pemerintah menaikkan anggaran kesehatan. Meski Pemilihan Presiden/Wakil Presiden 2009 tinggal beberapa bulan, tak satu pun calon presiden dan calon wakil presiden yang mengajukan tawaran kebijakan di bidang kesehatan ke publik.

Dalam iklan-iklan politiknya, mereka lebih banyak beretorika tanpa memberikan tawaran kebijakan yang konkret dan detail di bidang kesehatan. Beranikah presiden yang terpilih nanti menaikkan anggaran kesehatan dan menciptakan sistem jaminan kesehatan lebih adil?**

11 Tanggapan ke “Ketidakadilan Pelayanan Keshatan”


  1. 1 arifudin Februari 14, 2009 pukul 1:41 pm

    ya sudah selayaknya pemerintah memperhatikan kesehatan rakyat kecil :roll:

  2. 2 petruk Februari 14, 2009 pukul 2:00 pm

    saya cuma bisa berdo’a
    semoga semuanya bisa lebih baik.

  3. 3 azaxs Februari 14, 2009 pukul 2:51 pm

    Sip…. kesehatan selalu saja dibawa dalam teriakan mereka..

    btw gambare kok medeni….. :)

  4. 4 hanstoe Februari 14, 2009 pukul 4:26 pm

    ihhhhh
    gambare ngeri mbak…. :(

  5. 5 meylya Februari 15, 2009 pukul 10:35 am

    hehe masak medeni gambare?

  6. 7 Edi Psw Februari 16, 2009 pukul 12:13 pm

    Moga pemerintahan ke depan lebih meningkatkan tentang layanan kesehatan ya?

  7. 8 Adi Bewok Maret 10, 2009 pukul 2:56 pm

    Beginilah anda melihat wajah Indonesia yang sebenarnya, ya salah satunya ini ini ……

  8. 10 reifka April 2, 2009 pukul 6:40 pm

    yah, kesehatan memang masih jadi barang mewah di negeri ini.
    memang betul ya retorika = kesehatan mahal harganya

  9. 11 timoerdjaoeh Mei 20, 2009 pukul 8:51 pm

    Rumah Sakit emang sudah jadi alat bisnis, tapi lebih parahan adalah dokternya yang udah kehilangan sisi humanisme nya…
    Menyebalkan emang….

    makanya kita wajib bersyukur sebesar-besarnya rasa syukur, telah di karuniai kesehatan, jiwa dan raga.


Tinggalkan Balasan




Photobucket
Photobucket

 

Februari 2009
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Mengenai Saya

Photobucket
Mey's
Sesuatu Yang Paling Jauh Dari Kita adalah Masa Lalu, Bagaimanapun Kita, Apapun Kendaraan Kita, Kita tetap tidak akan bisa kembali ke masa lalu, Maka jagalah hari ini dan hari - harimu yang akan datang...

yang lagi nongkrongin

web tracker orang

blog ini sudah dikunjungi

  • 187,776 kali

Arsip

Kategori

Deteksi Pembaca

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.