Kedatangan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Rodham Clinton disambut meriah di Indonesia. Porsi perhatian media juga cukup besar meliput kedatangan mantan ibu negara Amerika Serikat ini. Ulasan dimulai dari menjelang kedatangan, pengamanan, tempat menginap, sampai ke mana saja Hillary selama di Jakarta. Semuanya tak lepas dari sorotan media. Hal ini berbeda saat kedatangan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat di era Presiden AS George Bush, Condoleeza Rice tahun 2006 lalu. Setidaknya ada tiga hal yang menarik dari kedatangan Hillary. Pertama, kedatangan Hillary dianggap penawar obat rindu sebagian masyarakat yang merindukan kedatangan Obama ke Jakarta. Obama dianggap punya sejarah di Jakarta, khususnya di SDN 01 Menteng. Meskipun dia hanya bersekolah selama 2 tahun, yaitu 1968-1969. Kesamaan historis ini juga disadari Kedubes AS di Jakarta.
Mereka pun tak lupa mengundang kepala sekolah dan siswa-siswa SDN 01 Menteng untuk ikut menyambut Hillary di Bandara Halim Perdanakusuma. Seolah-olah yang datang adalah Barack Obama. Namun sayangnya, puluhan murid dari bekas sekolah Obama yang sudah berjam-jam menunggu itu hanya bisa bertatap muka selama 5 menit dengan Hillary. Khawatir Obama tak akan datang ke Indonesia, Kepala Sekolah SDN 01 Hasimah pun menitipkan plakat yang diharap bisa sampai ke tangan Obama. Kedua, kedatangan Hillary dianggap penting dalam upaya diplomasi Indonesia. Dalam menghadapi krisis dunia, Indonesia memiliki kepentingan untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat. Selain itu, sebagai negara muslim, Indonesia juga memiliki kepentingan untuk berperan dalam perdamaian di Timur Tengah, khususnya dalam konflik Palestina-Israel. Pasalnya, Presiden SBY tampaknya masih berharap bisa mempengaruhi AS untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah. Dan yang ketiga, rivalitas antara Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla. Disadari atau tidak, menjelang Pemilu 2009 gesekan antara kedua pemimpin ini semakin terasa. Rivalitas ini pun berimbas dalam diplomasi di luar negeri. Contohnya, saat Presiden SBY ke Amerika Serikat setelah Barack Obama dipastikan menang dalam pemilu presiden Amerika Serikat. Saat itu, SBY tidak berhasil bertemu dengan eks siswa SDN 01 Menteng tersebut. SBY hanya berhasil bicara melalui telepon selama beberapa menit dengan Obama. Itupun hanya bicara soal nasi goreng. Namun berbeda saat Wakil Presiden Jusuf Kalla datang ke Amerika Serikat. Ketua Umum Partai Golkar ini berhasil bertemu dengan Wapres AS Joe Biden. Bisa dikatakan lebih beruntung ketimbang kedatangan SBY saat itu. Bisa jadi, kedatangan Hillary bisa mengobati luka hati Presiden SBY yang sempat gagal bertemu Obama. Sama seperti mengobati kerinduan siswa dan guru-guru di SDN 01 Menteng terhadap Obama.









Bener juga mbak, bu Hillary Clinton bisa dbilang sbgai obat rindu akan sosok obama untuk masyarakat indo, tpi saya baru sadar klw kmain saat kedatangan pak SBY ke Amerika tidak bisa ktemu dngan Om Obama..
Thq untuk info y mbak.
lho? kok gak lewat depan rumahku?
hahaha hillary clinton memang memberikan wajah baru tu sama condolisa rice(kenepa rice_yaa) hahahha
masih ada obama holic :mrgeen:
tp hillary dimari mahasiswa pada protes
Wah, seneng ya kalau bisa bertemu.